Tadi pagi ketika saya berangkat ke kantor saya bertemu bidadari, bukan hanya satu tapi ada dua bidadari.. mereka tidak mempunyai sayap dan juga tidak berpakaian putih dan tidak ada lingkaran diatas kepalanya tapi mereka benar adalah bidadari…
Mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa kita semua sering bertemu bidadari.. ada dua orang yang saya sebut sebagai bidadari … pertama adalah ibu dan kedua adalah guru.
Ibu? siapa sih yang pernah melamar menjadi ibu.. ibu adalah seorang yang dipilih oleh Tuhan seorang bidadari yang dipilih oleh Tuhan dalam wujud yang ada .. lengkap dan ditugaskan untuk melindungi anak-anaknya ..tidak ada gaji .. tidak ada THR ataupun gaji ke 13 tapi apakah mereka pernah mengeluh menjadi seorang ibu? saya rasa tidak ..lalu apa yang menjadi kenikmatan seorang ibu?
Guru? Siapa sih yang mau jadi guru? gaji kecil, uang pensiun tidak ada, kenaikan gaji secara berkala belum tentu.. lalu siapa yang mau jadi seperti itu? menjadi seorang Guru adalah panggilan jiwa bukan suatu profesi lalu apa yang menjadi kenikmatan seorang guru?
Keduanya menjawab
“Cukuplah bagiku melihat kalian berhasil, mandiri, bisa membawa diri sendiri, sukses dan tidak menyusahkan orang lain senyum mu adalah senyum ku, duka mu adalah duka ku”
Ya Tuhan. di jaman seperti sekarang ini yang semua diukur oleh materi apapun itu tapi hanya ada dua orang tersebut yang saya sebut bidadari melakukan sesuatu hanya untuk kebahagiaan orang lain .. hanya supaya orang tersebut bisa mandiri dan melakukan segalanya sendiri dan tidak menyusahkan orang lain..
Tidak meminta balasan apapun dan mereka tulus ikhlas membantu hanya untuk kebahagiaan orang lain.. mereka benar adalah bidadari yang diutus Tuhan tapi dalam wujud nyata…jauh dari materi tapi dia adalah yang paling dekat dengan Tuhan.. Ridhonya adalah Ridho Tuhan. .laknatnya adalah laknat Tuhan..mereka tersenyum ketika anak-anaknya tersenyum dan mereka menangis saat anak-anaknya menangis..